#5daysstoryfromfriends: sepotong jenuh dalam secangkir kopi





do what you love or just love what you do.

sombong? tidak. aku selalu berpikir selalu ada jalan ketika sebuah keputusan bergulir. Tuhan itu Maha Merencana. Dia punya struktur cerita dengan alur yang Maha Sempurna buat kita.

kulirik hujan yang masih mendera diluar sana. kopiku sudah mulai dingin. dinding kaca yang membatasiku dengan ruang hujan diluar sana mulai berembun. kulihat masih banyak orang berpayung yang lalu lalang tak karuan. hari memang masih sore, namun hujan seakan membatasi banyak kondisi bergerak diluar sana. netbookku masih menyala, dengan tampilan screen saver yang berubah ubah. aku sudah cukup lama tak menyentuhnya. kepalaku kosong, tak ada ide sedikitpun mencuat di pikiranku. tak satupun kata tertulis di layar putih word pad ku.

aku melempar diri dan bersandar. menghela satu dua nafas panjang. kupikir memilih sesuatu yang paling kita cintai untuk jadi satu pekerjaan pasti pun tak akan memberi sakit itu di satu hari. kupikir jenuh sudah mati saat aku memutuskan untuk melupakan kewajiban, tanggungan masa depan demi berkarya, demi mencinta, demi bekerja pada rasa. ternyata dia masih bernyawa. jenuh tiba-tiba meraja.

pernah tidak kamu meneguk secangkir kopi yang harumnya luar biasa semerbak setelah seminggu melupakannya? bagaimana rasanya? seperti surga? lalu ketika di tenggukan ketiga kamu terpana mual yang luar biasa dan mendadak ingin menumpahkan kopi tercinta ke wastafel biru muda di toilet belakang hanya untuk menjadi bugar, apa kamu menyesal?

iya, aku menyesal. aku menyesal sudah menumpahkan kopi yang aku idam-idamkan ke wastafel. aku menyesal sudah membuang sekian kenikmatan pekat hitamnya. tapi aku tak pernah menyesal memesan kopi hari ini.


*picture's taken from web
**the theme's given by icel

Komentar

Postingan Populer