jeda


Tiba-tiba ingin menulis. Menulis tanpa harus terbatasi jumlah kata yang tersedia dan lahan yang ada. Menulis karena aku ingin menulis, bukan karena aku harus menulis.

Jeda itu terlalu lama untuk membuatku lupa bagaimana rasanya mengungkap kata dan bukan sekedar menelurkannya tanpa rasa. Jeda itu mengingatkanku padamu. Pada jeda yang kita punya.

Sungguh aku nyaris lupa bagaimana aku menunggumu datang dan membawakanku seikat bunga di hari Minggu. Kenapa harus ada yang berbeda ketika perubahan terjadi pada satu hal yang pernah kamu dan aku sebut sebagai kita. Sepertinya kita sudah terlalu lama terjerembab dalam ketakutan kita masing-masing. Membiarkan semua tak terselesaikan. Lalu inikah yang mereka sebut cinta? Sesuatu yang datang sejenak dengan tawa lalu sisakan luka?

Kamu, ya kamu yang aku maksud. Tolong jangan lagi lari menjauh dariku. Aku ingin tahu bagaimana kamu menata harimu dengan kata kita di dalamnya. Aku ingin tahu dimana kamu meletakkan kita diantara kekamuanmu. Tolong berhenti sejenak. Aku tahu kamu tidak sedang berlari dan aku tidak sedang mengejarmu, karena aku juga tahu kamu paling tidak suka kukejar dengan keinginanku yang kupikir dulu tercipta dari keinginan kita. Jika kamu mendengarku, bisakah kamu berpaling dari kamu dan melihat kearahku untuk sekedar mengukur berapa banyak jeda yang sudah kita buat atas kamu dan aku yang mengatasnamakan kita dalam masa depan yang belum tentu ada?

Aku tahu kamu pintar, sehingga kamu bisa menganggap jeda ini tidak ada. Tapi bukan berarti kamu berusaha tidak mengindahkan betapa jeda ini semakin menjauhkan kamu dan aku dari kita. Jeda ini luka. Jeda ini pembunuh tanpa kata. Dia masuk perlahan diantara kamu dan aku lalu menyamarkan kita. Dia membuat kita makin maya, lalu akhirnya tiada.

Aku sudah bergerak maju, melawan jeda yang terbentang di depanku. Dan sekarang aku menunggumu, mematahkan jeda itu. Kamu pernah bilang kamu mampu kan?

Komentar

  1. yap dia pasti mampu...
    sendainya saja saya memiliki apa yg dia miliki
    saya tidak akan mundur... merebut kembali...!!!
    memenangkan hatinya...


    donibuka@yahoo.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer